Cuapyek Dyeeehhh…

TOP LAH NIH TULISAN!

MALAIKAT laksana piranti ITnya Allah. Mereka menjalankan perintah Allah yang telah diprogram dalam server induk Lauhul Mahfuzd. Allah sebagau Mahapprogrammer + super adminnya atau super root, istilah anak-anak Linux. Allah meletakkan program-program yang harus dijalankan, lengkap dengan masa berlaku program. Malaikat menjalankan program tersebut dijalankan dengan fuzzy logic (perintah dengan logika kabur, tapi dengan tujuan yang sangat jelas). Mereka melakukannya tanpa bantahan, bahkan mungkin tanpa pertanyaan sama sekali.

Dalam dokumentasi Alquran, malaikat hanya pernah sekali bertanya, pada saat Allah ingin menciptakan Adam. Malaikan mewarning Allah kenapa harus menciptakan Adam, padahal makhluk yang Allah ciptakan sebelum Adam kerjanya hanya saling menumpahkan darah, sedangkan Allah sudah punya mereka yang selalu bertasbih dan memujinya. Sayangnya, bukannya menjawab, Allah malah menutup pertanyaan mereka dengan, “Aku lebih tahu, dariapa yang kamu tahu”. Mungkin maksud Allah: jangan menjelaskan sesuatu bagi orang yang belum sampai pengetahuannya atas hal tersebut.

Bila logika tersebut diterima, maka menjadi jelas kenapa malaikat hanya menjalankan fungsi tertentu saja dan tanpa ada obsesi mengerjakan yang lain (baca: tanpa nafsu). Ada malaikat yang tugasnya hanya menjaga Arsy Allah, ada yang menjaga bintang-bintang, namun ada yang juga kerjanya hanya ruku atau sujud-sujud saja. Mereka melakukan sacrisfaction (pengorbanan) demikian agar alam semesta berjalan sesuai dengan yang telah diprogramkan Allah, sampai nanti tibanya saat rolling on to shut down (program kembali ke asal mula).

Untuk itu Allah menciptakan malaikat yang sangat banyak sekali, semuanya dari cahaya, bahan yang merupakan material tertinggi dan paling berkualitas yang tersedia di alam semesta. Namun demikian, dari sekian banyak malaikat itu, ada sekitar sepuluh orang yang merupakan head administrator untuk masing-masing fungsi. Pertama, malaikat Jibril. Beliau adalah Boss para malaikat. Tugasnya seperti Super Postman atau Network Administrator yang berkuasa tidak hanya pada level Network layer dan tetapi juga pada level Transport Layer.

Jibril membawa informasi yang lengkap dan benar dari sumbernya (Database Allah di Lauhul Mahfuzd) ke setiap item client Allah, seperti untuk para Nabi dan Rasul. Hanya saja saat ini network sudah cenderung established. Jadi beliau nggak perlu turun-turun lagi seperti pada zamannya para Nabi. Beliau cukup menekan button “transfer”, maka perangkat receiver (hati) para Allah akan menerima info-info yang baik dan bermanfaat.

Sayangnya, saat ini banyak perangkat yang telah terkena virus “hedonism” dan “materialism”, selain virus “Denial of Service” yang dipancarkan secara terus menerus dari “Devil Servers”. Akibatnya banyak receiver tidak mampu merunning program update automatic download kiriman Jibril tersebut dikarenakan gagal bekerjanya beberapa “driver” yang terinfeksi virus-virus tersebut. Tidak heran, bila kemudian system klien tersebut disconnected dengan server utama, seperti kambing yang terpisah jauh dari rombongannya. Walaupun system client tersebut mencoba mencari wireless system, yang tersedia semuanya berpassword dan tidak bisa dibuka tanpa mengenal local Administrator Network. Kabar baiknya, Allah selalu membuka direct connection pada saat-saat server tidak sedang pick session (baca: sedang tidak sibuk) yaitu tengah malam hingga sebelum fajar. Sayangnya banyak system clients tidak memanfaatkan fasilitas istimewa ini, kalaupun ada mereka malah berasyik-masyuk dengan “Devil Server” untuk mendownload info-info dengan label XXX.

Kedua, malaikat Mikail, atau Michael menurut sebutan ahli kitab. Beliau adalah penguasa booting up, yang menguasai button alam semesta, dari meledakkan sebuah supernova dengan fenomena mawar-merahnya untuk penciptaan bintang dan tata surya, hingga menghijaukan padang pasir tandus seperti di Padang Arafah. Melalui Mikail, Allah mengatur peredaran matahari, bulan, komet, bintang jatuh dan pergantian siang malam serta akibat ikutannya seperti pasang surut air laut, perubahan arah angin serta pergantian musim dari panas, gugur, dingin dan semi atau dari hujan menjadi kemarau dan sebaliknya. Jadi, kalau melihat ada mawar merekah di depan rumah pagi hari dengan butiran air di kelopaknya, berterima kasihlah kepada Mikail dan lafalkan alhamdulillah kepada Bossnya. Itu pertanda tadi malam, Mikhail baru saja mengunjungi rumah anda.

Ketiga, malaikat Raqib dan Atib. Mereka adalah laksana perangkat CCTV canggih yang merekam detail kejadian dengan fungsi berlawanan. Malaikat Raqib merekam seluruh detil perbuatan baik, lengkap dengan suasana hati pelakunya. Kelebihannya, bisa merekam kejadian seumur hidup manusia hanya dalam sepersekian detik saja dan tanpa delay. Rekaman ini akan diputar kembali dalam tiga masa tayang. Pertama: menjelang system client dishutdown oleh Master Shutdown, Izrail, baik dengan jalan baik-baik atau paksa (bencana). Kedua, saat menunggu hari dibangkitkan di dalam kubur yang mungkin diputar lebih satu kali oleh Penguasa Kegelapan, Munkar Nakir. Ketiga, diputar saat penghitungan pada berbangkit kelak. Ada beberapa kejadian yang akan diblow-up oleh system karena sangking bagus kualitas perbuatan dan besarnya manfaat untuk kehidupan umat manusia.

Sementara itu, Atib merekam hal-hal sebaliknya, berupa penyimpangan-penyimpangan atau error yang terjadi pada system client. Kekurangan perangkat ini adalah mempunyai delay. Artinya perangkat akan menulis error tersebut, setelah client merasa “nyaman” dengan error tersebut. Tetapi bila sebelum itu, system berhasil menghapus error baik melalui recovery system atau direct delete, maka Atib tidak merekam error itu. Ada juga kemungkinan error tersebut akan mengalami penghapusan-penghapusan melalui tool penghapus lainnya bernama “doa” dan “sedekah”. Bila error ini tidak terhapus, maka betapa malunya kalau kejadian-kejadian tersebut diputar kembali di antara sekian banyak manusia di hari hisab nanti. Di saat itulah, kaki-kaki akan nampak kemana dia melangkah, tangan-tangan akan menampakkan apa yang dia kerjakan, mata akan menampakkan apa yang dilihat, telinga akan menunjukkan apa yang didengar, sedangkan mulut pada saat itu hanya bisa diam menonton drama kehidupan tersebut tanpa bisa membantah sedikitpun. It’s a fact man!

Penghapusan ketika system hidup lebih mudah dibanding setelah system dishutdown. Bila system telah di-shutdown. Maka hanya yang punya hubungan dengan client yang hak menghapus error, tentu saja dengan membuka dan mentrack kembali file-file dokumentasi dan memperbaiki kembali atau menghubungkan/mereplace kembali dengan system client yang masih hidup dan pernah terkoneksi serta masih bagus tentunya. Semoga kita semua bisa menghapus error tersebut selama kita masih hidup, sebelum dibersihkan oleh Administrator Allah yang lain dengan paksa, yaitu Malik Zabaniah, dengan pirantinya yang sangat powerful, Neraka!

Walaupun nantinya setelah pengapusan, system kita akan disempurnakan dengan “Al-Kausar”, tetapi akan ada yang tidak bisa terhapus yaitu rasa malu kita dengan Administrator Utama yaitu Allah. Kita akan malu untuk menatapNya pada saat system client lain mencuri-curi pandang menatap keindahanNya dan mengagumi KebaikanNya serta bercandatawa dengan-Nya. Akhirnya, mari kita memohon maaf atas segala error yang pernah kita lakukan, baik sengaja ataupun tidak, baik atas nama nafsu ataupun cinta. Semoga Allah sebagai penguasa server utama juga menghapus segala error system kita di lauhul mahfuzd, tanpa harus bertemu untuk penghapusan paksa oleh Malik Zabaniyah. Wallahu alam bissawab.

Sumber : http://www.serambinews.com/news/view/18809/pengorbanan-malaikat-vs-dosa-manusia

Comments on: "Perumpamaan Malaikat dengan Linux" (1)

  1. saatnya apt-get autoremove bro!😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: